by

Agus Endek : Guru Ngaji Dengan Keimanan Yang Kokoh, Tak Mau Mengikuti Agama Lain

Garut, gardah.com – Selintas kita sering lupa mengenai jasa guru ngaji di saat kita masih kecil. bakti mereka terhadap agama dan umat muslim begitu iklas tanpa imbalan. kebanggan mereka hanya satu, bahwa anak didiknya harus mengerti cara membaca Al-Quran yang baik dan mengerti faedah dari ayat suci kitab agama islam ini yang diturunkan kepada nabi besar Muhammad SAW.

namanya Agus Endek, seorang defabel atau memiliki kebutuhan khusus, bersama putranya, setiap hari rajin mengajar anak-anak di mushalla An-Nur Ciranca Desa Sukamulya Kecamatan Talegong Garut, Kabupaten Garut sekedar mendidik membaca dan menulis Al-Qur’an.

Sisi lain Kehidupan guru ngaji ini bisa disebutkan memerlukan bantuan pemerintah dan masyarakat sekitar. pasalnya, rumah Agus Endek yang sebelum dibantu Pagar Aqidah sangat menghawatirkan.

“jangankan untuk memperbaiki rumahnya yang tak layak, untuk makan sehari-hari juga Agus yang dikagumi santri-santrinya ini tidak pernah merepotkan siapapun, ucap Kyai Suryana Nurfatwa Ketua Umum Gardah yang pernah berkunjung ke rumahnya pra bantuan disumbangkan dari para donatur untuk Agus.

sebelumnya, ada cerita miris tentang ujian keimanan Agus. satu waktu, Agus pernah dibujuk untuk masuk ke agama lain dengan bujukan ekonomi. tapi ke-Imanannya Agus terbilang kokoh, akhirnya dia meninggalkan istrinya yang terbawa murtad mengikuti mertuanya.

sesuai kutipan Agus yang ditirukan Kyai Suryana, “Agus lebih memilih meninggalkan istrinya dibandingkan menjadi murtad atau meninggalkan agama Islam yang dibenci Alloh SWT.

waktu berlalu, kisah Agus ini terdengar Pagar Aqidah bersama Komunitas Musim Briker Indonesia untuk mencari donatur dan memikirkan kehidupan Agus bersama putranya dengan menyantuni rumahnya agar terlihat elok dan sebulannya mendapat tanda bakti yang seadanya.

Dengan bantuan rutin. Kini, Agus memiliki penghasilan kalaupun belum sepadan. Namun, kegigihan dan rasa syukur yang besar Agus malah menikmati keberadaanya sekarang tanpa membebani orang-orang disekeliling kampung.