by

Capailah Rasa Bersyukur Dan Berhusnudzon Kepada Orang Lain

MANUSIA selalu berusaha mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi terkadang, kebahagiaan itu sangat sulit dicapai. Ternyata permasalahannya ada pada kurangnya kita bersyukur dan berhusnudzon kepada orang lain.

Di akun Instagramnya, Aa Gym mencoba menggambarkan 1001 alasan untuk selalu berbaik sangka kepada orang lain. Dengan begitu, kebahagiaan dan ketenangan hidup akan kita peroleh. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Hai orang-orang yang beriman, jauhilan kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.

Adakah seorang diantara kamu yang suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat, ayat 12)

“Berburuk sangka atau suudzon adalah perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT. Orang yang memiliki sifat suka berburuk sangka kepada orang lain, maka dia akan berusaha mencari-cari kesalahan dan keburukan saudaranya tersebut untuk membuktikan prasangkanya,” kata Aa Gym dalam live Instagramnya.

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِ نَّ الظَّنَّ أَكْذَ بُ الْحَدِيْثِ

“Hati-hatilah kalian terhadap prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) adalah perkataan yang paling dusta.” (HR Muslim)

Seberat apapun musibah yang dihadapi, sejahat apapun orang lain memperlakukan kita, semulia-mulianya akhlak adalah untuk tetap berkhusnudzon dan mencari 1001 alasan untuk berbaik sangka.

Karena ini perintah Allah, maka pasrahkan kepada Allah, yakin pada perlindungan Allah, tidak ada ketetapan yang terjadi tanpa izin-Nya.

Sesungguhnya Allah berkata: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya.” (HR Muslim). (F)